Sabtu, 04 Januari 2014

Benci Keadaan.

Kalap, sepenuhnya di luar ambang kesadaran diri.
Rasanya teriak sekeras mungkin dapat sedikit menumpahkan kesal dan kelu di dada.

Kuberlari...
Berlari menjauh dari penatnya keramaian.
Aku terdiam,
Terhening sejenak.
Sunyi. Dan seketika aku resah, takut.
Aku bahkan amat takut untuk mengeluarkan sekecil apapun bentuk sumber suara,
baik itu sebatas desah nan rintih.

Aku tidak membencinya. Itu jujur. Sama sekali tidak.
Yang aku sesalkan ialah kebodohanku yang sebegitu mudahnya larut dalam renyahnya kasih sayang, yang nyatanya palsu.

0 komentar:

 
Copyright © Daily of Love with Guelagi