Senin, 22 Februari 2016

Awal Kisah

301215

"Tahun baru mau bakar-bakaran gak? Ngumpul yuk..."
"Yuklah bakar-bakaran! Nginep di Emji yuk."
"Boleh, enaknya bakar apa nih?"
"Bakar masa lalu lah.. hehe"
"Lah sini mending titip gue"
"Maksudnya?"
"Sini masa lalu lo kasih ke gue, nanti gue save di C gue. Sekalian sama masa lalu gue hehehe kita apus semuanya barengan"
"Hahahahahaha LOL"

Semuanya berawal dari obrolan ringan ini.
Teruntuk -A-
Sahabat cinta yang mengajarkanku mengenai makna kasih sayang sesungguhnya...

Semoga istilah 'Sahabat jadi Cinta' bisa kita wujudkan bersama ya..
Tidak munafik bahwa tentunya akan ada saja masalah yang pasti muncul.
Tapi aku sudah sangat baik mengenalmu, begitupun kamu.

Kita mulai dewasa bersama ya...
Semuanya bisa dikomunikasikan dengan cara kita tentunya.

Tanya Emote

*Masih berstatus sebagai sosok keluarga, adik-kakak, sahabat, rekan seperjuangan kuliah.

Sepulang dari perayaan malam tahun baru lalu, kamu menyempatkan diri menjawab pertanyaanku yang sejak seminggu lalu aku ajukan. 

--- satu minggu sebelumnya ---
Dengan entengnya, kamu mengirimkan emote kiss seperti ini kepadaku. Sejujurnya aku amat risih dengan kehadiran emote seperti itu. Meskipun kita suda lama saling mengenal secara personal.
"Maksudnya apa nih? Sering banget ya ngirimin emote kek gini ke cewek?", tanyaku jutek.
"Hahahahaha emang aneh ya?"
"Yeee ditanya malah balik nanya, jawab atuhlah."
"Hahahaha gak ah..kapan-kapan aja."
--- --- --- --- ---

Seketika, diperjalanan pulang kamu bertanya.
"Mau dijawab gak yang soal emote itu?"
"Lah katanya gamau. Yaudah gausah. Lagian ini kan bukan kapan-kapan."
"Hehe sebenernya ga pernah loh ngirim emote gituan ke cewek manapun, baru ke lo doang."
"Ih kenapa harus gue???"
"Yaa gapapa, gatau juga nyamannya sama lo. Ke lo mah ngirim apaa juga gak canggung."
"hmm..."
"Ih kok hmm doang?"
"Engga tau harus komen apa. Risih aja. Kalo emang cuma candaan mah mending gausah."
"Sebegitu bikin risih banget ya? Iya deh maaf. Trus gaboleh nih dikasih emote itu lagi?"
"Hmm..yaa gausah kalo gapake hati. hehe bikin baper..."
"Emang lo baper sm gue?"
"Hehehehehehe...."
"..."

--Penggalan topik soal emote pun
semakin memperkuat tingkat kepaberan 
yang sebelumnya diyakini hanya sebatas sayang sebagai sahabat.--

Jumat, 08 Januari 2016

Selamat Tinggal Masa Lalu 2015

Dipertemukan oleh RencanaNya

Hai.
Hai.
Satu sama lain saling menyapa.
Mungkin senyummu tumbuh, demikian pula aku.

Dua setengah bulan menjalin obrolan ringan, bahkan sangat ringan.
Jauh lebih ringan dari obrolan seorang teman yang sebatas teman.

Entah apa yang membuatku bergantung pada kehadiranmu.
Sama halnya denganmu yang selalu ingin adaku tiap senja menghitam.

Handphone-ku pertama kalinya berdering.
Sebelumnya kamu minta izin untuk menghubungiku via suara.
Aku mengiyakan.
Masih pada obrolan amat ringan, namun rasanya saat itu menjadi 1 tingkat lebih berbobot.
Bukan berarti menjadi serius, hanya saja menjadi lebih menyatu.
Ya, ringan dan menyatu. Dua kata yang pas menurutku.
Canda tawa pun menyelimuti pembicaraan perdana kita secara lebih nyata.

Beberapa hari kemudian...
Obrolan ringan-menyatu berubah menjadi obrolan yang menurutku berkualitas.
Topik yang sama ketika ku bersama 2 sahabat terdekatku.
KEHIDUPAN dan SUDUT PANDANG.
Nyamanku mulai tumbuh padamu. Tapi hanya sebatas nyaman, tidak pakai hati.
Hatiku? Entah masih tertutup logika yang amat pekat.

Nyamanku masih sebatas itu. Nyaman yang berlogika.

*Terhening

.......Beberapa bulan berselang.......
Rasaku semakin tak nyaman dan berbagai penyesalan pun tiba.

CUKUP. Sudah sampai disini perkenalan dan komunikasi kita.
Selamat Tinggal Masa Lalu 2015.
 
Copyright © Daily of Love with Guelagi