Senin, 22 Februari 2016

Tanya Emote

*Masih berstatus sebagai sosok keluarga, adik-kakak, sahabat, rekan seperjuangan kuliah.

Sepulang dari perayaan malam tahun baru lalu, kamu menyempatkan diri menjawab pertanyaanku yang sejak seminggu lalu aku ajukan. 

--- satu minggu sebelumnya ---
Dengan entengnya, kamu mengirimkan emote kiss seperti ini kepadaku. Sejujurnya aku amat risih dengan kehadiran emote seperti itu. Meskipun kita suda lama saling mengenal secara personal.
"Maksudnya apa nih? Sering banget ya ngirimin emote kek gini ke cewek?", tanyaku jutek.
"Hahahahaha emang aneh ya?"
"Yeee ditanya malah balik nanya, jawab atuhlah."
"Hahahaha gak ah..kapan-kapan aja."
--- --- --- --- ---

Seketika, diperjalanan pulang kamu bertanya.
"Mau dijawab gak yang soal emote itu?"
"Lah katanya gamau. Yaudah gausah. Lagian ini kan bukan kapan-kapan."
"Hehe sebenernya ga pernah loh ngirim emote gituan ke cewek manapun, baru ke lo doang."
"Ih kenapa harus gue???"
"Yaa gapapa, gatau juga nyamannya sama lo. Ke lo mah ngirim apaa juga gak canggung."
"hmm..."
"Ih kok hmm doang?"
"Engga tau harus komen apa. Risih aja. Kalo emang cuma candaan mah mending gausah."
"Sebegitu bikin risih banget ya? Iya deh maaf. Trus gaboleh nih dikasih emote itu lagi?"
"Hmm..yaa gausah kalo gapake hati. hehe bikin baper..."
"Emang lo baper sm gue?"
"Hehehehehehe...."
"..."

--Penggalan topik soal emote pun
semakin memperkuat tingkat kepaberan 
yang sebelumnya diyakini hanya sebatas sayang sebagai sahabat.--

0 komentar:

 
Copyright © Daily of Love with Guelagi