Sendainya kamu tau...
Kala itu, aku yang selalu menjaga jarak radar di antara kita.
Kala itu, aku yang selalu menandai radarmu meskipun dalam jarak yang masih cukup jauh.
Kala itu, aku yang memindai dinding setipis kapas yang sekiranya akan membentangkan jarak.
Kala itu, aku yang selalu mengusahakan dirimu ada untukku, demikian sebaliknya.
Kala itu, aku yang berharap hubunganmu dengannya tak kembali terajut.
Kala itu, aku yang sangat menginginkan hubunganmu dengannya membaik, tapi bukan untuk hubungan yang kembali serius.
Kala itu, aku bukan sosok yang pelik mata atas hubunganmu dengan sang mantan.
Kala itu, aku yang mengagumi setiap gerak-gerik tingkahmu dalam rima langkah setiap bersamaku.
Kala itu, aku yang bermimpi untuk dikagumi olehmu kelak.
Kala itu, aku pula yang sangat berharap kelak aku dan kamu bersama.
Tapi nyatanya hal yang terjadi beberapa bulan silam, kembali bergejolak di benakku.
Dan sayangnya gejolak itu kembali merenggut lubuk hatiku, di masa-masa ku sedang bersama orang lain.
Yang kulihat saat ini, kamu yang terlihat tegar terhadap hubungan yang sedang aku jalin saat ini.
Aku menghargaimu, semoga kamu demikian.
Tetap berusaha untuk mencari sosok pendamping terbaik ya..
Karena percayakan bahwa 'Pasangan Tulang Rusuk Tak Pernah Tertukar'.
Jumat, 15 Agustus 2014
안녕 친구 :))
안녕하세요...
조는 라니 임니다
Annyeong haseyo
Joneun Lani Imnida :))
Ceritanya lagi coba2 keyboard pake hangul...
Masih punya mimpi untuk bisa 2 minggu berkunjung ke Korea Selatan, dalam waktu 2 tahun dari sekarang.
Semoga bisa terwujud. Aamiiin :"))
조는 라니 임니다
Annyeong haseyo
Joneun Lani Imnida :))
Ceritanya lagi coba2 keyboard pake hangul...
Masih punya mimpi untuk bisa 2 minggu berkunjung ke Korea Selatan, dalam waktu 2 tahun dari sekarang.
Semoga bisa terwujud. Aamiiin :"))
Rabu, 13 Agustus 2014
Harapan dan Ego
Aku mau A.
Aku tidak A, tapi B.
Aku lebih memilih C.
Tapi Aku suka D.
Aku pikir lebih baik E.
Tidak, jangan E, mengapa tidak F??
Demikian sampai ide ke-Z.
Hufh, rumit. Terlalu banyak keinginan yang tidak didasari pada khalayak ramai.
Padahal, yang menerima hasil akhir bukan segelintir orang tapi untuk sekian banyak umat yang tergabung dalam satu forum.
Harapan yang berlebihan.
Mereka terlalu memikirkan ego.
Hingga tak pernah ditemukan titik temu untuk keputusan umat.
Pengendali forum menyerah.
Dan mungkin kelak takkan menyuarakan kembali keputusannya.
Label:
Sepenggal Tolak Ukur
Selasa, 12 Agustus 2014
Ini Bukan Kamu yang Aku Kenal
Selang 3 hari setelah talakku jatuh padamu.
Maaf aku tidak menghubungimu sama sekali setelah keputusan itu sudah sangat bulat.
Bukan aku melupakanmu begitu saja.
Tapi itu salah satu bentuk penghargaan diri untukmu, masa laluku...
Seketika, pesanmu muncul.
Jelas saja aku langsung merespon.
Perasaanku tidak enak kala itu. Pasti terjadi sesuatu. Ah, semoga tidak.
Handphone-ku berdering, namamu kembali muncul di layarku.
Sepertinya sesuatu yang menyakitimu terjadi.
Ternyata benar.
Isak tangis, dan desah pilumu pecah setelah kamu menjelaskan kronologinya.
Ini seperti bukan kamu yang aku kenal sebelumnya.
Masalahmu ternyata besar.
Maafkan aku tidak hadir untuk sekedar menghapus perihmu.
Bukan berarti aku begitu tega padamu.
Aku iba... Aku prihatin...
Aku pun turut sedih, dan nyaris pula meneteskan air mata atas kejadianmu.
Saat -saat seperti itu, justru aku sangat merindukannya.
Sangat rindu akan keluhmu, baik itu sedikit maupun banyak.
Aku masih sangat peduli padamu.
Berharap demikian pula kamu.
Ingin sekali berada di dekatmu sekedar untuk mengupas luka yang menempel pada ingatanmu.
Meskipun rasanya sulit untuk kembali.
Tapi aku masih ingin selalu ada untukmu...
Percaya itu...
Label:
Sepatah Puitis
Lepas Ikatan dengan Baik
Aku memang bukan untukmu, karena aku belum baik untukmu.
Katanya, seraya menunduk pasrah.
"Aku salah? Maaf. Bukan maksudku selalu mengungkit kesalahan dan ketidaksempurnaanmu."
Putus.
Tak ada amarah sedikitpun kala itu.
Aku lelah. Aku terus mengeluh terhadap sikapmu yang tak pernah berubah.
Bahkan aku merasa terus ditarik ulur oleh sikapmu yang kadang baik, dan kadang buruk, sangat buruk.
Aku bukan malaikat. Apalagi Tuhan yang Maha Sempurna.
Bukan maksudku selalu menuntut kesempurnaan darimu.
Hanya keinginan untuk selalu Baik-baik saja dalam hubungan yang terjalin.
Hubungan tidak baik, mungkin bisa menjadi bumbu untuk pengalaman kita selanjutnya.
Tetapi, tidakkah itu baik setiap hari?
Aku rasa tidak.
Maaf, aku memilih untuk menyerah.
Aku butuh sendiri tanpa amarahku padamu.
Aku butuh waktu untuk introspeksi diriku. Mungkin demikian pula kamu.
Toh, kalaupun berjodoh nantinya, aku berharap Tuhan menyatukan kita kelak dalam keadaan yang baik pula, bahkan mungkin jauh lebih baik, menurutku juga menurutmu.
Jika memang tidak berjodoh nantinya, semoga kita terjaga bersama sosok yang terbaik di mata Tuhan.
Aamiin
Label:
Sepatah Puitis
Senin, 06 Januari 2014
Flexibility and Efficiency of Use - www.geraiwanita.com
HEURISTIC EVALUATION : Flexibility and Efficiency of Use
Saya akan mencoba melakukan analisis terhadap situs www.geraiwanita.com dengan menggunakan komponen Flexibility and Efficiency of Use pada Heuristic Evaluation (Nielsen, Jacob).
Pengguna tidak perlu masuk ke halaman troli untuk sebatas melihat total biaya yang harus dibayarkan, karena di kolom sebelah kanan, sistem telah menyediakan kolom yang telah mengakumulasi total biaya yang harus dibayarkan. Hal itu dapat sangat memudahkan pengguna dalam berbelanja.
Sistem juga telah menyediakan kolom di sebelah kanan, berupa kolom untuk produk baru dan kolom produk yang sedang diskon. Hal ini juga dapat meningkatkan fleksibilitas pengguna dalam mencari produk/barang yang ingin dibeli.
Secara keseluruhan untuk fleksibilitas dan efisiensi pada sistem sudah sangat baik dan sangat membantu mempermudah pengguna dalam berbelanja dan menggunakan sistem dengan tepat dan cepat.
SEVERETY RATINGS (0-4) : 0
Sudah sangat baik. Tidak perlu ada perbaikan.
Label:
Heuristic Evaluation
Visibility of System Status - www.geraiwanita.com
HEURISTIC EVALUATION : Visibility of System Status
Saya akan mencoba melakukan analisis terhadap situs www.geraiwanita.com dengan menggunakan komponen Visibility of System Status pada Heuristic Evaluation (Nielsen, Jacob).
Komponen ini meliputi tampilan antarmuka secara garis besar. Sistem harus selalu menginformasikan pada pengguna apa yang sedang terjadi. Di dalam sistem harus ada ketepatan judul yang terkait isi seperti munculnya instruksi ataupun pesan saat terjadi kesalahan yang dilakukan user, adanya aksi reaksi yang menjelaskan aksi lanjutan, adanya respon visual, terminologi penamaan menu, menu tabulasi yang dipilih, dan status sistem dan aksi alternatif yang dapat dipilih.
- Judul
Judul pada setiap halaman sudah sesuai dengan link yang di klik, isi halaman dengan terminologi penamaan halaman juga sudah sangat sesuai dengan judul halaman tersebut.
- Tautan
Penggunaan underline pada saat kursor diarahkan ke sebuah link merupakan pilihan tepat. Setidaknya pengguna mengetahui bahwa kursornya sedang mengarah pada sebuah link.
- Ikon
1. Peletakan ikon yang terlalu kecil dan terletak pada header merupakan satu pilihan yang kurang tepat.
2. Penulisan mata uang yang disertai tulisan Rp dan bendera indonesia juga bukan satu pilihan yang tepat.
3. Pada saat kursor diarahkan ke ikon 'bintang' yang merupakan bookmark dan kemudian di klik, halaman masuk ke 'blank page'.
Solusi :
1. Sebaiknya ikon diperbesar, atau ikon dihilangkan (untuk ikon petasitus dan bookmark) karena tidak terlalu penting.
2. Penulisan mata uang sebaiknya tidak dituliskan Rp tetapi dituliskan jelas Rupiah
SEVERETY RATINGS (0-4) : 2
Lebih baik jika diperbaiki.
Label:
Heuristic Evaluation
Aesthetic and Minimalist Design - www.geraiwanita.com
HEURISTIC EVALUATION : Aesthetic and minimalist design
Saya akan mencoba melakukan analisis terhadap situs www.geraiwanita.com dengan menggunakan komponen Aesthetic and Minimalist Design pada Heuristic Evaluation (Nielsen, Jacob).
Seperti yang saya jabarkan sebelumnya di artikel Heuristic Evaluation secara keseluruhan, Komponen ini membahas desain antarmuka yang menarik dengan konsep minimalis, seperti penggunaan ikon yang menyatu pada background, whitespace pemisah antar objek, label form, judul, tabel dan keseragaman di tiap halamannya.
Situs www.geraiwanita.com, sekilas pengguna akan merasa nyaman pada antarmuka di halaman home pada saat pertama kali masuk. Kesan saya sendiri pada saat pertama kali masuk ke situs web ini sangat simple, pas dalam permainan warna sehingga terlihat cukup elegan, penggunaan margin yang rapi, struktural penempatan gambar untuk setiap barangnya pun dibuat konsisten, jenis font dan ukuran font juga rapi. Dengan desain antarmuka seperti ini, pengguna sudah dipastikan dapat mengerti bahwa ini situs online shop, dan kemudian pengguna dapat melakukan tahapan lain di dalamnya. Hal ini karena judul dan label pada situs www.geraiwanita.com sudah sangat sesuai dengan penggunaannya.
Namun, kembali lagi ada satu permasalahan yang kurang sesuai, penggunaan ikon pada header bukan satu pilihan yang tepat. Terlebih untuk ikon dengan label mata uang yang jaraknya tidak konsisten dengan ikon lain di sampingnya.
Solusi :
1. Jika ikon dengan label mata uang masih akan tetap ada di dalam sistem, jaraknya dibuat konsisten dengan ikon-ikon lain.
2. Jika ikon itu dirasa tidak terlalu penting, lebih baik ikon dan label mata uang dihapuskan saja.
SEVERETY RATINGS (0-4) : 2
Lebih baik jika ada perbaikan.
Label:
Heuristic Evaluation
Error Prevention - www.geraiwanita.com
HEURISTIC EVALUATION : Error Prevention
Saya akan mencoba melakukan analisis terhadap situs www.geraiwanita.com dengan menggunakan komponen Error Prevention pada Heuristic Evaluation (Nielsen, Jacob).
Sistem melakukan pencegahan pada saat pengguna akan memasukan kodesandi, dengan memberikan tulisan bahwa minimal karakter untuk kodesandi adalah 5. Jika kurang dari 5 digit, sistem akan menghapus ulang kodesandi yang telah dihapus, kemudian memberikan notifikasi bahwa kodesandi yang dimasukkan salah.
Kekurangan :
Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa tidak ada konfirmasi ulang untuk memasukkan kodesandi. Sehingga pengguna hanya dapat satu kali memasukkan kodesandi yang sudah tertutup oleh simbol bulat yang digunakan untuk menutup kodesandi.
Solusi :
Sebaiknya sistem ditambahkan konfirmasi ulang untuk kodesandi, sehingga dapat meyakinkan pengguna bahwa kodesandi yang dimasukkan adalah benar.
SEVERETY RATINGS (0-4) : 3
Sangat disarankan untuk diperbaiki.
Label:
Heuristic Evaluation
Minggu, 05 Januari 2014
Consistency and Standards - www.geraiwanita.com
HEURISTIC EVALUATION : Consistency and Standards
Saya akan mencoba melakukan analisisterhadap situs www.geraiwanita.com dengan menggunakan komponen Consistency and Standards pada Heuristic Evaluation (Nielsen, Jacob).
Komponen ini membahas konsistensi dan standardisasi desain antarmuka yang dibangun, seperti standar penulisan yang konsisten, penggunaan huruf kapital dan penekanan kalimat, ikon dengan judul ikon yang sesuai, pengaturan margin, label form yang konsisten dari segi huruf, ukuran, paragraf, dan kombinasi warna.
- Standar penulisan
1. Jenis font, ukuran font dan margin untuk link yang sejenis, sudah konsisten penulisannya sehingga terlihat lebih rapi.
2. Jumlah ikon sudah cukup mewakili, tidak terlalu banyak dan tidak juga sedikit. Ikon yang tersedia pada halaman utama pun sudah dilengkapi label di setiap ikonnya.
3. Perbedaan hover berupa underline cukup mewakili perubahan perintah yang dilakukan user, namun disertakan perubahan warna mungkin akan lebih baik.
4. Penggunaan warna di setiap halamannya pun sudah sangat konsisten. Cukup terdiri dari 6 warna utama, yaitu orange tua, orange muda, hitam, coklat tua, coklat muda, dan hijau.
SEVERETY RATINGS (0-4) : 0
Sudah sangat baik. Tidak perlu ada perbaikan.
Label:
Heuristic Evaluation
Heuristic Evaluation - Jacob Nielsen
Sebelum menyelesaikan Ujian Akhir Semester untuk mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer, saya ingin membahas sedikit mengenai Heuristic Evaluation.
Apa itu HEURISTIC EVALUATION?
Heuristic Evaluation merupakan salah satu cara yang dipakai oleh evaluator untuk menilai antarmuka yang telah dibuat.Cara ini dikembangkan oleh Jacob Nielsen, meskipun bukan cara yang sepenuhnya terbaik namun cara ini yang paling populer.
Terdapat 10 komponen Heuristic Evaluation yang dikemukakan oleh Nielsen, di antaranya :
1. Visibility of system status.
Komponen ini meliputi tampilan secara garis besar. Sistem harus selalu
menginformasikan pada pengguna apa yang sedang terjadi, melalui pesan
yang baik dan waktu yang sesuai baik, seperti judul yang terkait isi
seperti munculnya instruksi dan pesan saat terjadi kesalahan yang
dilakukan user, adanya aksi reaksi yang menjelaskan aksi lanjutan,
adanya respon visual, terminologi penamaan menu, menu tabulasi yang
dipilih, dan status sistem dan aksi alternatif yang dapat dipilih.
2. Match between system and the real world.
Komponen ini membahas tentang kesesuaian dengan dunia nyata. Sistem harus berbicara sesuai dengan bahasa penggunanya, menggunakan kata, kalimat, dan konsep yang biasa digunakan oleh pengguna, seperti penggunaan ikon yang lazim digunakan, penamaan menu yang logis dan mudah dipahami, gambar denggan syarat visual yang sesuai, penggunaan warna yang sesuai ekspektasi umum, dan terminologi yang dideskripsikan.
3. User control and freedom.
Komponen ini membahas tentang keleluasaan pengguna dalam mengatur aplikasi. Pengguna harus dapat secara bebas memilih dan melakukan pekerjaan (sesuai kebutuhan), pengguna dapat mengambil keputusannya sendiri (dengan informasi yang jelas) berkaitan dengan pekerjaan yang sedang/akan dilakukan. Sistem harus memiliki kemampuan untuk undo dan redo.
4. Consistency and standards.
Komponen ini membahas konsistensi dan standardisasi desain antarmuka yang dibangun, seperti standar penulisan yang konsisten, penggunaan huruf kapital dan penekanan kalimat, ikon dengan judul ikon yang sesuai, pengaturan margin, label form yang konsisten dari segi huruf, ukuran, paragraf, dan kombinasi warna.
5. Error prevention.
Komponen ini membahas tentang pencegahan kesalahan yang terjadi saat penggunaan sistem. Munculnya notifikasi pada saat user melakukan kesalahan atau memberikan data default misalnya.
6. Recognition rather than recall.
Komponen ini membantu pengguna untuk mengingat informasi dari setiap bagian tahapan, dapat berupa objek, aksi ataupun pilihan yang visible.
7. Flexibility and efficiency of use.
Komponen ini membahas sistem apakah dapat mengakomodasi pengguna yang ahli, pengguna yang masih pemula, maupun pengguna yang memiliki keterbatasan khusus.
8. Aesthetic and minimalist desain.
Komponen ini membahas desain antarmuka yang menarik dengan konsep minimalis, seperti penggunaan ikon yang menyatu pada background, whitespace pemisah antar objek, label form, judul, tabel dan keseragaman di tiap halamannya.
9. Help users recognize, diagnose and recover from errors.
Komponen ini membahas bantuan yang diberikan untuk pengguna pada saat melakukan kesalahan. Mengidentifikasi, mengenali, mendiagnosa dan mengatasi masalah yang dihadapi pengguna.
10. Help and documentation.
Komponen ini membahas dokumentasi relevan dan adanya fitur help yang baik pada sistem. Adanya panduan, alur instruksi, penjelasan mengenai judul-judul yang ambigu, misalnya.
Demikian sedikit penjelasan yang semoga dapat berguna sebagai referensi.
Panduan Heuristic Evaluation Checklist klik disini
Label:
Heuristic Evaluation
Menunggu... Tapi Bahagia (2)
"Sayang, sudah sore. Mau pulang sekarang? Biar aku antar," ajakmu.
Aku mengangguk, mengiyakan.
"Sebentar ya sayang, aku ganti pakaian dulu," belaimu hangat di pipiku.
Aku tersenyum.
Tak lama, ibu dan kakak pulang ke rumah.
Dan aku berpamitan untuk pulang.
Mereka ramah, sangat ramah terhadapku.
Aku sedikit merasa sudah mulai dianggap di rumahnya. "Terima kasih."
Selama diperjalananku pulang bersamamu, tak sabar kunantikan moment untuk dapat membuka kotak hitam pemberianmu. Sungguh.
"Kamu yakin mengantarku ke depan rumah? Tidakkah cukup sampai depan gang?", raguku.
"Aku gak tega sebatas mengantarmu ke depan gang. Sampai depan rumah saja ya sayang. Ini belok kemana? Kanan atau kiri?" tegasmu ingin mengantarku pulang.
"Hmm, kiri sayang..." aku pasrah.
Tiba tepat di depan rumah, adzan magrib berkumandang.
"Sekalian masuk ke dalam. Kamu sholat magrib dulu di rumahku, baru nanti pulang ya," saranku.
"Sepertinya aku langsung pulang. Di dalam ramai sekali, aku masih malu," tolak lembutmu.
"Tak apa, ayo masuk ada mama, papa, dan keluarga kakakku. Bukankah lebih tidak enak kalau kamu sebatas depan pagar?" aku memastikan.
"Iya...", kamu luluh.
Bersalaman, mengobrol ringan, lantas kamu diajak makan malam bersama kedua orang tuaku.
Aku memaksamu untuk mengiyakan.
Makan malam selesai, momentku tiba untuk membuka kotak hitammu.
Taraaa.... Sebuah jam tangan dengan..... sepetik bunga edelweis, ya bunga abadi.
"Sayang, terima kasih... ini bagus. Tapi mungkin kebesaran. hehehe"
"Iyaa? Nanti dikecilkan saja ya."
"Makna bunga ini apa, sayang?" tanyaku seolah polos.
"Kamu puitis, dan kamu pasti paham betul sayang maknaku untukmu."
KEABADIAN. Harapan kedua insan dengan keseriusan hubungan.
Label:
Sepenggal Tolak Ukur
Sabtu, 04 Januari 2014
Menunggu... Tapi Bahagia (1)
"Sayang, kamu sudah bangun? Aku sudah siap, segera jemput ya..."
Pesan singkatku untuknya pagi itu.
Dua jam berlalu tanpa balasan apapun darinya. Kesal, sedikit.
Aku sudah terbiasa dengan sikapmu yang seringkali seperti ini pada saat membuat janji padaku.
Aku memakluminya, terlebih ini merupakan hari liburmu.
Tepat 123 menit, ponselku berdering menerima balasanmu.
"Maaf sayang, maaf. Ponselku mati sejak semalam. Aku baru saja bangun. Kamu dimana sekarang?", tanyamu polos.
Sentak aku beralih fokus pada jam tanganku yang kala itu menunjukkan pukul 10.11.
"Fiuh, terima kasih sayang telah membuatku menunggu sekian lama, untuk sekian kalinya," batinku.
10 menit kemudian kamu datang menjemputku, karena rencana pagi (siang) itu memang menemani ibumu.
Ya, first impression terhadap orang tuamu memanglah penting, tapi tidak membuatku rumit atas penampilan diri yang dibuat sedemikian sempurna. Cukup rapi dan apa adanya, pikirku.
Dengan mengenakan kaos model tribal dominan merah maroon dan accessoris coklat di kepala, rasanya cukup.
Melangkah menuju rumah sederhanamu pagi (siang) itu. Agak ragu. Namun, kamu meyankinkan bahwa penghuni rumah sangatlah ramah.
Ya, kepercayaan diriku bertambah. Mencoba masuk dan mengucapkan salam.
Obrolan berawal cukup renyah dan sepenuhnya apa adanya. Sadar bahwa aku merupakan tokoh baru dalam rumah sederhana itu setelah kepergian ayahandanya, aku membatasi diri untuk tidak ceriwis.
Kamu pun memberikanku ruang untuk sesaat bercengkrama dengan seisi penghuni rumahmu. Ibu, kakak dan keponakan cantikmu.
Lama bercengkrama, mereka berpamitan keluar rumah untuk beberapa saat. Hal itu yang membuat obrolan mata ke hati sebatas 2 tokoh pun meraja.
Kamu ungkapkan seluruh kesah dan bahagiamu tentang kenangan dalam rumah sederhana ini.
Aku paham betul rasanya.
Sesaat kamu meninggalkanku di ruang tamu. Sendiri.
"Sebentar ya sayang...", senyummu memastikan segera kembali.
Aku terdiam. Dan tak lama kamu kembali.
"Ini sayang. Ini ambil ya. Jangan dibuka sekarang ya..."
Kotak hitam tanpa bungkus kado itu sampai di tanganku.
Senyummu dan pemberianmu itu penuh makna, sayang.
"Terima kasih," peluk hangatku sampai di dadamu.
"Iya sayang, jangan ada bagian yang dibuang ya dari dalamnya."
-----------------------Continue-------------------------------------------------
Label:
Sepenggal Tolak Ukur
Benci Keadaan.
Kalap, sepenuhnya di luar ambang kesadaran diri.
Rasanya teriak sekeras mungkin dapat sedikit menumpahkan kesal dan kelu di dada.
Kuberlari...
Berlari menjauh dari penatnya keramaian.
Aku terdiam,
Terhening sejenak.
Sunyi. Dan seketika aku resah, takut.
Aku bahkan amat takut untuk mengeluarkan sekecil apapun bentuk sumber suara,
baik itu sebatas desah nan rintih.
Aku tidak membencinya. Itu jujur. Sama sekali tidak.
Yang aku sesalkan ialah kebodohanku yang sebegitu mudahnya larut dalam renyahnya kasih sayang, yang nyatanya palsu.
Rasanya teriak sekeras mungkin dapat sedikit menumpahkan kesal dan kelu di dada.
Kuberlari...
Berlari menjauh dari penatnya keramaian.
Aku terdiam,
Terhening sejenak.
Sunyi. Dan seketika aku resah, takut.
Aku bahkan amat takut untuk mengeluarkan sekecil apapun bentuk sumber suara,
baik itu sebatas desah nan rintih.
Aku tidak membencinya. Itu jujur. Sama sekali tidak.
Yang aku sesalkan ialah kebodohanku yang sebegitu mudahnya larut dalam renyahnya kasih sayang, yang nyatanya palsu.
Label:
Sepatah Puitis
.jpg)
.jpg)
.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)
.bmp&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)
.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)
.bmp&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)
.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)
.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)
.bmp&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)
.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)
.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)