Minggu, 05 Januari 2014

Heuristic Evaluation - Jacob Nielsen

Sebelum menyelesaikan Ujian Akhir Semester untuk mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer, saya ingin membahas sedikit mengenai Heuristic Evaluation.

Apa itu HEURISTIC EVALUATION?

Heuristic Evaluation merupakan salah satu cara yang dipakai oleh evaluator untuk menilai antarmuka yang telah dibuat.Cara ini dikembangkan oleh Jacob Nielsen, meskipun bukan cara yang sepenuhnya terbaik namun cara ini yang paling populer.

Terdapat 10 komponen Heuristic Evaluation yang dikemukakan oleh Nielsen, di antaranya :

1. Visibility of system status.
Komponen ini meliputi tampilan secara garis besar. Sistem harus selalu menginformasikan pada pengguna apa yang sedang terjadi, melalui pesan yang baik dan waktu yang sesuai baik, seperti judul yang terkait isi seperti munculnya instruksi dan pesan saat terjadi kesalahan yang dilakukan user, adanya aksi reaksi yang menjelaskan aksi lanjutan, adanya respon visual, terminologi penamaan menu, menu tabulasi yang dipilih, dan status sistem dan aksi alternatif yang dapat dipilih.

2. Match between system and the real world.
Komponen ini membahas tentang kesesuaian dengan dunia nyata. Sistem harus berbicara sesuai dengan bahasa penggunanya, menggunakan kata, kalimat, dan konsep yang biasa digunakan oleh pengguna, seperti penggunaan ikon yang lazim digunakan, penamaan menu yang logis dan mudah dipahami, gambar denggan syarat visual yang sesuai, penggunaan warna yang sesuai ekspektasi umum, dan terminologi yang dideskripsikan.

3. User control and freedom.
Komponen ini membahas tentang keleluasaan pengguna dalam mengatur aplikasi. Pengguna harus dapat secara bebas memilih dan melakukan pekerjaan (sesuai kebutuhan), pengguna dapat mengambil keputusannya sendiri (dengan informasi yang jelas) berkaitan dengan pekerjaan yang sedang/akan dilakukan. Sistem harus memiliki kemampuan untuk undo dan redo.

4. Consistency and standards.
Komponen ini membahas konsistensi dan standardisasi desain antarmuka yang dibangun, seperti standar penulisan yang konsisten, penggunaan huruf kapital dan penekanan kalimat, ikon dengan judul ikon yang sesuai, pengaturan margin, label form yang konsisten dari segi huruf, ukuran, paragraf, dan kombinasi warna.

5. Error prevention.
Komponen ini membahas tentang pencegahan kesalahan yang terjadi saat penggunaan sistem. Munculnya notifikasi pada saat user melakukan kesalahan atau memberikan data default misalnya.

6.  Recognition rather than recall.
Komponen ini membantu pengguna untuk mengingat informasi dari setiap bagian tahapan, dapat berupa objek, aksi ataupun pilihan yang visible.

7. Flexibility and efficiency of use.
Komponen ini membahas sistem apakah dapat mengakomodasi pengguna yang ahli, pengguna yang masih pemula, maupun pengguna yang memiliki keterbatasan khusus.

8. Aesthetic and minimalist desain.
Komponen ini membahas desain antarmuka yang menarik dengan konsep minimalis, seperti penggunaan ikon yang menyatu pada background, whitespace pemisah antar objek, label form, judul, tabel dan keseragaman di tiap halamannya.

9. Help users recognize, diagnose and recover from errors.
Komponen ini membahas bantuan yang diberikan untuk pengguna pada saat melakukan kesalahan. Mengidentifikasi, mengenali, mendiagnosa dan mengatasi masalah yang dihadapi pengguna.

10. Help and documentation.
Komponen ini membahas dokumentasi relevan dan adanya fitur help yang baik pada sistem. Adanya panduan, alur instruksi, penjelasan mengenai judul-judul yang ambigu, misalnya.

Demikian sedikit penjelasan yang semoga dapat berguna sebagai referensi.
Panduan Heuristic Evaluation Checklist klik disini

0 komentar:

 
Copyright © Daily of Love with Guelagi