Kamis, 19 Desember 2013

Dialog Perempuanmu


“Sayang.....”, dengan penuh keraguan aku berbisik.
“Iya sayang, ada apa?”, sapamu lembut.
“Kamu mau tau?”, kembali ragu.
“Tau apa sayang? Kamu mau ngomong sesuatu? Apa?”, Belaianmu sampai di kepalaku.
“Kamu tau keinginan seorang perempuan atas lelakinya itu apa?”, aku memastikan.
“Hmm, kayanya aku tau. Tapi coba jelasin keinginan versi perempuan sepertimu”, senyummu hampir merekah total.
(Senyum malu tertahan) “Aku sama seperti perempuan lain. Perempuanmu ini ingin diperlakukan baik-baik oleh lelakinya. Baik dalam arti luas, sayang. Baik-baik menjaga hati perempuannya, juga baik-baik menjaga kehormatan perempuannya.”, aku memperjelas.
(Sedikit berpikir keras) “Ohh.....maaf ya sayang kalau saku pernah berlaku tidak baik-baik terhadapmu. Sebisa mungkin aku melakukannya untukmu. Tidakkah kamu percaya? Bantu aku untuk memperlakukanmu secara baik-baik ya”, senyum hangat lantas kecup ringan di dahi pun mendarat.
“Iya, sayang... Aku selalu coba menghargai segala bentuk penghargaanmu untukku”, gumamku dalam hati.

Kita, Masa Lalu


Pam..Pam..Pam..
Menanti kehadiranmu yang kali ini datang dengan membawa kebahagiaan, keterbukaan atas segala keluh kesahmu, tentang apapun...
Kamu mengeluhkan berbagai kenangan. Kali ini kamu menceritakan ulang semua kisah tentang kita, pada masa itu.
Ya, menurut bahasa kini disebut alay. Tapi apalah daya, itulah kenangan. Tidak alay, tidak berkesan. "Hahahaha...", tawa renyah kita bersama.
Semua beban tertumpu pada ranjang harianku, yang tiap harinya menjadi saksi atas keraguanku tentang keseriusanmu.
Setiap kali kamu mengungkapkan hal yang berbau 'hubungan kita', tidak lantas membuatku semakin yakin atas keseriusanmu, mungkin.
Sayang, memang hanya Tuhan-lah yang tahu bagaimana sepenuhnya pemikiran hambaNya. Aku terhadapmu, demikian pula kamu terhadapku.
Kelak, Tuhan pasti akan menyampaikan kepada kita, segala keputusanNya melalui perantara spesial-Nya, untuk kita, dan hubungan kita.
Semoga ya sayang...

Jumat, 06 Desember 2013

Tangis Perempuan Untuk Lelakinya

**Terinspirasi dari lagu Please Love Her - Chen EXO

Mengapa kamu terus menangis?
Apa yang sedang kamu tunggu, dan...
Apa, siapa yang sedang kamu tangisi?

Beritahu aku, siapa yang telah pergi begitu saja meninggalkanmu.
Membiarkanmu menangis tersedu begitu saja.
Bangkitlah... Aku antarkan kamu pulang ke rumah.
Karena di tempat ini kamu tidak akan terjaga.

Seberapa baiknya lelaki itu?
Seberapa hebat lelaki itu sehingga membuatmu nangis seperti ini?
Beritahu aku...

Tidakkah kamu tahu??
Aku turut menangis. Hatiku turut menitikkan air mata atas kesedihanmu.
Aku tidak akan membiarkan kamu dalam keadaan seperti ini.

Tidakkah kamu tahu??
Kecantikkan senyummu mengalahkan apapun.
Tidakkah lelaki itu menyadarinya?
Tidakkah lelaki itu benar-benar menyadarinya?

(Untuk lelaki itu)

Hei!!
Cintailah ia..
Cintai ia..
Cintailah perempuan ini, perempuan yang aku cintai.
Kamu yang mungkin pantas untuknya.
Dan kamu hanya perlu sedikit berpikir bagaimana kamu di posisinya.

Kembali, dan cintailah ia..
Cintai perempuan yang tidak pernah tahu hatiku.
Ia memang tidak pernah tahu perasaanku. Tapi bukan salahnya.
Karena sosok yang ia cintai hanyalah kamu.

Tolong cintai dan sayangi ia, lebih dari rasaku untuknya.
Jangan pernah lagi buat ia menangis, teruntuk hatinya...

Selasa, 03 Desember 2013

Melangkah

Kalau ditanya, kemana aku akan pergi?

Aku jawab "entah". Aku tidak tahu persis kemana akan pergi.
Tetapi yang jelas, aku akan selalu menghargai kakiku untuk terus melangkah.

Membiarkan kaki ini terus melangkah beriringan dengan takdir Tuhan. 

Bukan suatu bentuk kepasrahan, tapi aku yakin Tuhan selalu menakdirkan yang terbaik untuk Hamba-hamba Nya.

Senin, 02 Desember 2013

Aku Tidak Peka

Kamu datang kepadaku, seolah ingin membuktikan bahwa kamu ingin selalu ada untukku.
Sedikit penjelasan darimu, tapi aku paham alasanmu.

Aku menuntut kamu peka, sayang...
Tapi nyatanya aku yang tidak sepenuhnya peka terhadap keadaanmu.


Maaf ya sayang. Aku telah menyakitimu dengan perkataanku saat itu.
Maaf juga untuk ketidakpekaanku sehingga menuntut banyak hal padamu.

Selamat datang Desember

Selamat datang hari kedua Desember..
November memang pelik untuk persoalan hati. Itu menurutku.

Aku dan kamu, yang sama-sama keras kepala.
Sulit untuk dapat meredam suasana tanpa bertatap langsung.

Beruntung kemarin kamu datang, sayang.
Semua terungkap dan aku berharap, semuanya akan berjalan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Tentunya, tetap bersama iringan langkah dan kehangatanmu.

Minggu, 24 November 2013

Flashback

Berawal dari obrolan ringan yang setiap hari bergulir, kalimat itu terucap.
"Panah kiri - Panah Kanan - Laki-laki - Perempuan"
Bingung.. Jelas aku sangat bingung..
Dan penjelasanmu saat itu hanyalah "Masih bisa kaya dulu gak?"
Aku speechless. Tak pernah berharap, terpikir pun sama sekali tidak.
Penjelasanmu kemudian "Ya, itu gue-elo-...-... "
Kembali tak kujawab. Namun kalimatmu aku alihkan pada ajakan untuk 'nonton'.
Kamu pun langsung mengiyakan. Dan terjadilah.
Temu tokoh lama, kamu sedikit berubah. Bukan karaktermu yang berubah, tapi sifat 'maskulin'mu.
Ah..lupakan soal itu.

Esok hari, lusa, dan seterusnya...
Kalimat itu kembali kamu gulirkan kepadaku dan jawabku,
"Bukan sekarang waktu yang tepat. Kalau memang kamu serius, tunggu aku. Ya, tunggu aku menyelesaikan studi-ku di semester 4 ini. Dan aku akan berusaha untuk mengembalikan kepercayaanku kepadamu (lagi)."
Dan kamu kembali mengiyakan.

Semoga kamu benar pada keseriusanmu, untuk aku, kamu dan kebersamaan kita kelak.

Masih Bisakah??

Kita masih bisa berjalan beriringan dalam satu kegiatan yang sama.
Kita masih bisa meluangkan hobi bersama dalam satu periode langkah bersamaan.
Kita masih bisa untuk memperdalam karakter satu sama lain.
Kita masih bisa memperkenalkan 'ini keluargaku' dan 'ini keluargamu'.
Dan kamu pun masih bisa mengajarkan dan mengarahkanku pada satu hal positif, begitupun aku.

Namun...
Apakah kita masih bisa merajut satu tujuan hidup dalam satu ikatan suci??

Untuk Boblo

Lagi, tokoh masa lalu hadir kembali dalam kehidupanku...
Dia yang pernah aku cap 'sangat tidak baik' kini hadir dengan secercah harapan "semoga ia tidak seperti dulu". Ia tokoh ke 5 dalam kisah percintaanku...
Dan kini, Ia mengharapkan aku kembali bersamanya.

Ini untuk kamu, sayang... Coba renungkan kalimatku, boblo :)
Mengayuh langkah bersama untuk satu titik tujuan kesederhanaan harta dan kekayaan hati yang membahagiakan sesama.
Tunjukkan aku jalan, yaa Tuhan... Aamiin
 

Bukan Gadis Lemah

Lelaki pecundang nan badboy itu hadir lagi di kehidupan gadis. Ia mengatasnamakan kepalsuan cintanya untuk gadis dengan segala tipu daya dan kemunafikannya dengan gerak yang terbilang cepat, bahkan sangat cepat. Perlahan gadis luluh, bahkan luluh dan memberikan sepenuhnya ketulusan kasih sayang dan kecintaannya pada pecundang itu. Satu bulan berlalu, dan pecundang itu pergi perlahan dalam 3 hari kemudian. 

Awalnya Gadis sangat menerima keputusan pecundang itu menjauh dan pergi untuk 'sementara' darinya dengan alasan ingin memperbaiki diri karena dia merasa tidak pantas untuk gadis yang terlalu baik dan cerdas. Namun di luar dugaan, ternyata memang bukan itu alasan utama si pecundang pergi meninggalkan gadis. Adanya perempuan lain, yang 'sangat sesuai' dengan tipekal si pecundang, itulah penyebab utamanya. Perempuan yang dipilihnya adalah perempuan yang sangat menyukai kehidupan malamnya dengan para lelaki dalam satu ruangan bersama. Entah untuk apa.

Ya, jelas gadis sangat terpukul dan menyesal telah melimpahkan ketulusan nan kebeningan hatinya untuk badboy yang tega mengkhianatinya. Beruntung sahabat-sahabat disekeliling gadis selalu mensupport agar gadis tetap berada pada poros kehidupannya semula. Gadis cerdas. Dia dengan begitu mudahnya mengembalikan poros dan alur hatinya seperti semula tanpa kehadiran pecundang itu. Dan salah satu sahabat gadis mengatakan bahwa kondisi yang seperti inilah yang menempatkan gadis sebagai pemenang hati untuk dirinya sendiri atas kemunafikan lelaki yang melepas ketulusan yang begitu mendalam. Tuhan Maha Baik terhadap umatnya.

"Terima Kasih, Tuhan...", ucapnya.

Jumat, 22 November 2013

Izinkan Aku Kembali Berlayar

Di saat aku memutuskan untuk memulai pelayaran, tanpa kutahu betul alasan pelayaran baruku, Kamu kembali hadir. Sosokmu yang menahan kembali pelepasan untukku berlayar.

Maumu apa??

Akankah kamu ingin melepasku tanpa memberiku izin pelayaran menuju pulau persinggahan yang jauh lebih indah dan sesuai harapanku??

Tidakkah itu egois!?

Quote tentang Sahabat (2)

"Keberadaan sahabat patut untuk selalu dihargai sebab menjadi sosok yang selalu ada di saat salah satunya jatuh itu sangatlah tidak mudah, tapi itulah persahabatan sejati."

"Sahabat menawarkan jasa untuk merubah sosok lainnya menjadi pribadi yang memiliki pandangan hidup yang jauh lebih dewasa, lebih bernyawa dan tidak hanya memandang satu sisi kehidupan"

"Kita dalam ikatan persahabatan, bukan lagi manusia hitam putih yang selalu jatuh ketika hitam di atas putih kita tidak sesuai dengan yang diharapkan."

"Sahabat menghantarkan kita pada satu pencapaian kehidupan yang warna-warni."

Quote tentang Sahabat (1)

"Persahabatan bukan dinilai dari berapa nilai yang dia dapatkan, tetapi bagaimana kita mengetahui betapa berharganya jika kita ada disaat kita sama-sama jatuh dan bangkit."

"Sahabat, sebuah kebanggaan besar telah menemukan sosok keluarga baru yang saling melengkapi."

"Sosok sahabat tidak pernah mengukur segala sesuatunya dari kecerdasan, strata sosial atau bahkan besarnya harta, namun dari segala hal yang dapat dijadikan bahan introspeksi diri."

Kasih Sayang Klasik

Kasih sayang bukan kalimat "selalu bersamanya".
Kasih sayang bukan sebatas ungkapan bibir.
Kasih sayang bukan sebatas kalimat klasik yang monoton.
Kasih sayang bukan hal yang harus disampaikan dengan gerakan tangan nan lembut.
Kasih sayang bukan sesuatu yang lebay.
Kasih sayang juga gak harus diumbar.
Kasih sayang gak sepenuhnya harus diketahui banyak pihak.
TAPI
Kasih sayang bukan untuk 'dia', sosok yang tak mengerti makna ketulusan.
Kasih sayang tulus seharusnya tersampaikan untuk orang yang juga tulus menyayangi kita...

Perangkul Kehidupan Berbalut Cinta

Obrolan yang sebenarnya ringan, seketika berubah menjadi momok yang sedikit memainkan perasaan terhadap 2 sosok yang di balik keramahan dan kelembutannya membutuhkan kehadiran kita sebagai anaknya.

Ya, Ayah dan Ibu sebagai 2 sosok itu dengan segala keterbatasannya menyayangi dan melekatkan kehadirannya sedekat mungkin dengan kita. Tak dapat dipungkiri, sebagai anak ada saja hal yang dapat terlupakan terhadap 2 sosok yang selalu menyempatkan diri, berusaha sapa menyapa dan terkadang benar-benar melupakan kabar dan kegiatannya saat itu.

Memang terdengar jahat ketika sosok orang tua, sosok yang terus berusaha mendampingi setiap langkah anak-anaknya, namun dilupakan seketika oleh anak-anaknya sendiri. Sebatas untuk membalas sms pun terkadang dilupakan oleh seorang anak. Padahal mungkin menurut mereka, tak penting bagaimana kalimat terbaik yang tersampaikan oleh anaknya, asalkan anaknya bisa membalas meskipun hanya menyampaikan emote senyum atau bahkan membalas dengan satu kata ya/tidak pun, mereka sudah bisa tersenyum lega, karena merasa anak-anaknya masih bisa menghargai keberadaan dan kasih sayang mereka.
Pelajaran berharga untuk para insan yang dilahirkan dari tubuh seorang perempuan yang sebenarnya tidak memiliki kekurangan (Ibu),

"Sapalah dan hargai iringan langkah mereka yang selalu menyertaimu dengan tidak pernah dan tidak akan pernah melupakannya sedetik pun, beriringan dengan doa yang tersampai melalui perantara Allah"
Peluk hangat dan kecup lembutku untuk setiap iringan doamu, Ayah, Ibu... 

Memposisikan Diri

Bukan lagi karna kisah galau yang terus terungkap di bibir dan menguak menjadi alunan nada dengan segala bentuk ketidakpastian dan spekulasi berbeda terhadap pendengarnya, sebut saja suara. Suara hati yang terkadang tak sinkron dengan suara bibir yang terucap, acap kali dicap sebagai suatu kemunafikan.

Ya, tak ingin panjang lebar terhadap suara yang menggelitik telinga yang menyadarkan untuk berkata sebenarnya. Dari lubuk hati yang mungkin hampir muncul ke permukaan, setiap sosok manusia netral selalu membutuhkan tanggapan dengan pandangan berbeda dari berbagai aspek. Pribadiku merasakan sendiri mereka hadir seketika melalui satu perantara, sekaligus pembicara dan pendengar hebat. 

Yang masih slalu terngiang "Jangan terlalu memposisikan dirimu untuk diriya. Sosok wanita lebih baik menunggu bagaimana respect seorang pria terhadapmu. Karena Tuhan bisa kapan saja menyampaikan dan menerjunkan pangeran hati yang kelak meminangmu. Posisikan diri tidak untuk memilikinya hanya sebatas saat ini, karena jika itu yang ada dipikiranmu maka itulah sebatas hawa nafsu setan. Perpatut dirimu untuk lebih mengenal sosoknya tidak hanya berdasarkan cover, namun lihat dirinya dari segala sisi. Pantaskah dirinya untuk kita? Dan pantaskah kita untuk dirinya?" 

-Kesimpulan 3 insan yang sangat memikirkan masa depan-

Friendship

"Friendship isn't how you forget, but how you forgive.
Not how you listen, but how you understand.
Not how you see, but how you feel.
Not how you let go, but how you hold on. Together."

Sahabat ~Pembentang Jarak (2)

"Karena lelaki terlalu banyak menyimpan misteri dari setiap kata yang diujarkan. Tetapi sayang, tidak semua lelaki sebagai penafsir yang baik untuk setiap kata yang diberikan."
"Logikanya seperti ini, jika lelaki masih suliy untuk tidak menyakiti dirinya sendiri, bukan fisik, besar kemungkinan hal serupa bisa terjadi terhadap orang lain melalui perantaranya."
.Pesan dari Sahabat ~Pembentang Jarak.

Kamis, 21 November 2013

Sahabat ~Pembentang Jarak (1)

Sahabatku memberikan sepucuk pesan...
"Karena nanti kalau memang harus berlayar lagi, pasti ada pelabuhan baru yang menanti untuk disinggahi. Selamat berlayar lagi kapten."
.sahabat ~pembentang jarak.

Lantas siapa??

Percakapan teramat ringan, bahkan sepenuhnya ringan.
Tidak pernah terduga sedikitpun akan ini yang terjadi kemudian.
Ada apa?
Ada apa ini?
Ada apa dengan pengakuannya?
Ada apa dengan percakapan kita??

Kalimatmu yang menyatakan bahwa "Bukan aku yang terbaik untuk sosokmu."
Lantas siapa ??

Apakah aku harus berlaku tidak lebih baik dari diriku sesungguhnya untuk tetap bisa bersamamu?

Tidakkah kamu ingin selalu mengiringi langkahku di setiap perubahan baikmu?

Tidakkah aku diperbolehkan untuk menemani prosesmu?

Mundur Karena Syarat

"Aku tidak dapat memenuhi syaratmu. Maaf. Mungkin lebih baik aku mundur."

Satu bentuk kalimat tidak legowo seorang lelaki terhadap perempuannya.

Padahal perempuan itu tidak menuntut syarat terlampau sulit dan rumit. Hanya satu pintanya kala itu, "Hanya cukup lelakiku tidak akan pernah menyakiti dirinya sendiri".

Serumit itukah ??
-Perempuan dengan kebesaran hati-

Rabu, 13 November 2013

Aries atau Pisces

Selasa malam, pasca UTS periode semester 3

Fokus!! Berempat sama 3 sahabat malem gue lagi sibuk dengan laptopnya masing-masing di sudut kiri koridor Fakultas I. Satu hal yang kita lupain malem itu adalah perbekalan malem yang bisa nutup genderang lambung secara seketika alias cemilan dan air mineral. Gue baru inget banget kalo Tegar minta dikabarin kalo kita mau ngebeskem hari itu. Oke gue langsung tancap gas buat sms Tegar, dan inisiatif buat nitip air mineral 1,5 liter 3 buah. Wihihihi, gak kira-kira sih tapi yaudah lah yaah..toh Tegar nya mengiyakan dengan ketawa beratnya hahahaha

Di tengah 3 jam penantian panjang kita berempat terhadap datangnya sosok Tegar, tiba-tiba gue pengen banget nge-bullly Aries yang saat itu mukanya lagi capek banget.
Sepdrian : "Lo zodiak Aries? Berarti Maret?"
Aries       : "Iya Maret"
Gue         : "Maret bukannya Pisces? Oh Maret akhir ya?"
Aries       : "iya"
Gue         : "Eh tapi kan awal Maret beneran Pisces? Lah terus!?"
Sepdrian  : "Iya emang...makanya namanya Aries"
Gue         : "Huahahahahahahahaha" Ketawa geli banget
Aries       : "Dih, kenapa lo?"
Sepdrian  : "Curiga...kenapa lo?"
Fajar sibuk dengan MV favoritnya dan gak nanggepin.
Gue         : "HAHAHAHA gak kebayang kalo lo lahir 2 minggu lebih awal huahahahaha"
Sepdrian  : "Lah huahahahaha"
Aries masih gak sadar maksudnya apa.
Gue sama Sepdrian ketawa cekikikan bareng. Dengan loading yang terbilang lama, Aries tiba-tiba tiduran miring dan ketawa.
Gue         : (Senggol Asep) "Wahahaaha kebayang gak sih sep kalo doi beneran lahir 2 minggu lebih awal? sekarang kita manggil Pisces kali yak wakakakakakk"
Sepdrian  : "HUAHAHAHAHHA" ketawa Asep makin meledak
Aries       : "Eh iya yak?? wuahahahahaha"
Gue         : "Ah telat lo"
Sepdrian sama Aries ketawa makin ganas.
Sepdrian  : "ahahaha asli mules gue"
Aries       : "Ah masa nama gue jadi Pisces HUAHAHAHAHA gak macho!!"
Gue         : "Wuahahaha nyokap lo gaul kali hahaha"
Fajar yang baru sadar kalo kita cekikikan, cuma ngebuka earphone nya dan geleng-geleng hahaha

Waktu udah nunjukin jam 00.25 dan Tegar tak kunjung datang. Sepdrian, Aries keliatan dehidrasi banget akibat ketawa ganasnya.
Sepdrian  : "Tegar mana nih om? Hauuss"
Gue         : "Beres-beres dulu katanya sih...mau kesini sama Fikar kok"
Aries       : "Yah, lama...ngantuk ih gue. Tidur yuk, balik deh"
Sepdrian  : "Ujan gini lo mau balik, ken?"
Gue         : "Mau mau aja gue sih, tapi lagi males balik ke kosan. Bosen. Lagian siapa juga anak kosan yang masih bangun jam segini!?"
Sepdrian  : "Nah Citra?"
Gue         : "Gak deh, kasian. Capek banget dia kayanya"
Fajar       : "Trus lo mau malem disini?"
Gue         : "Mungkin"
Aries       : "Yaah, balik yuk ken. Ngantuk gue"
Sepdrian  : "Kasian kali om.. Gue sih emang niat malem disini sampe pagi"

Selamat Datang

Selamat Datang di blog Pelangi Kisah Padu...

Bersama Kenzhi Annova, banyak kisah dan pemikiran inspiratif yang akan terungkap di dalamnya. Apapun rubrik yang dibahas, semoga dapat menginspirasi semuanya :)
 
Copyright © Daily of Love with Guelagi