Ya, Ayah dan Ibu sebagai 2 sosok itu dengan segala keterbatasannya menyayangi dan melekatkan kehadirannya sedekat mungkin dengan kita. Tak dapat dipungkiri, sebagai anak ada saja hal yang dapat terlupakan terhadap 2 sosok yang selalu menyempatkan diri, berusaha sapa menyapa dan terkadang benar-benar melupakan kabar dan kegiatannya saat itu.
Memang terdengar jahat ketika sosok orang tua, sosok yang terus berusaha mendampingi setiap langkah anak-anaknya, namun dilupakan seketika oleh anak-anaknya sendiri. Sebatas untuk membalas sms pun terkadang dilupakan oleh seorang anak. Padahal mungkin menurut mereka, tak penting bagaimana kalimat terbaik yang tersampaikan oleh anaknya, asalkan anaknya bisa membalas meskipun hanya menyampaikan emote senyum atau bahkan membalas dengan satu kata ya/tidak pun, mereka sudah bisa tersenyum lega, karena merasa anak-anaknya masih bisa menghargai keberadaan dan kasih sayang mereka.
Pelajaran berharga untuk para insan yang dilahirkan dari tubuh seorang perempuan yang sebenarnya tidak memiliki kekurangan (Ibu),
"Sapalah dan hargai iringan langkah mereka yang selalu menyertaimu dengan tidak pernah dan tidak akan pernah melupakannya sedetik pun, beriringan dengan doa yang tersampai melalui perantara Allah"Peluk hangat dan kecup lembutku untuk setiap iringan doamu, Ayah, Ibu...
0 komentar:
Posting Komentar