Pam..Pam..Pam..
Menanti kehadiranmu yang kali ini
datang dengan membawa kebahagiaan, keterbukaan atas segala keluh
kesahmu, tentang apapun...
Kamu mengeluhkan berbagai kenangan.
Kali ini kamu menceritakan ulang semua kisah tentang kita, pada masa
itu.
Ya, menurut bahasa kini disebut
alay. Tapi apalah daya, itulah kenangan. Tidak alay, tidak berkesan.
"Hahahaha...", tawa renyah kita bersama.
Semua beban tertumpu pada ranjang
harianku, yang tiap harinya menjadi saksi atas keraguanku tentang
keseriusanmu.
Setiap kali kamu mengungkapkan hal
yang berbau 'hubungan kita', tidak lantas membuatku semakin yakin
atas keseriusanmu, mungkin.
Sayang, memang hanya Tuhan-lah yang
tahu bagaimana sepenuhnya pemikiran hambaNya. Aku terhadapmu,
demikian pula kamu terhadapku.
Kelak, Tuhan pasti akan menyampaikan
kepada kita, segala keputusanNya melalui perantara spesial-Nya, untuk
kita, dan hubungan kita.
Semoga ya sayang...
0 komentar:
Posting Komentar